Using NginX As Load Balancer

Di era digitalisasi ini, internet sudah merambah ke hampir seluruh aspek kehidupan, sehingga kita tak terhindarkan untuk menjadi pengguna tiap harinya. Besarnya kebutuhan pengguna suatu website yang sudah mumpuni tentunya menimbulkan suatu pertanyaan, “Bagaimana caranya suatu website dapat melayani seluruh penggunanya dengan cepat dan tanpa error?”

High Availability adalah jawabannya. Website-website besar yang dikunjungi jutaan orang tiap harinya memiliki high availability yang membuat website dapat berjalan dengan lancar walau dalam keadaan traffic yang ramai.

High Availabillity adalah sebuah istilah yang digunakan untuk sebuah sistem yang dapat bekerja dengan daya tahan yang baik, bekerja sempurna tanpa kesalahan dalam waktu yang lama. Untuk pengaplikasiannya, kita dapat menggunakan load balancing menggunakan load balancer yang berfungsi untuk mendistribusikan beban traffic pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang. Load balancing digunakan pada saat sebuah server telah memiliki jumlah user yang telah melebihi maksimal kapasitasnya.

NginX, adalah sebuah web server yang memiliki beberapa fitur canggih yang dapat dikonfigurasi oleh penggunanya. Fungsi web server sendiri adalah sebagai penerima request dari browser kemudian memberikan respon dengan mengirimkan halaman situs web dalam bentuk HTML. NginX merupakan web server yang populer yang digunakan banyak orang karena performanya yang baik dan stabil. Selain itu, hal yang membuat NginX menarik adalah penggunaan sumber dayanya yang irit. Salah satu website yang menggunakan NginX adalah WordPress.

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan NginX sebagai load balancer pada sistem operasi Windows.

  1. Mengunduh NginX sesuai dengan sistem operasi yang sesuai di nginx.org. Setelah berhasil, extract pada folder yang diinginkan.
Tampilan nginx.org

2. Mengaktifkan NginX. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalankan command prompt pada folder tempat NginX di-extract, kemudian menjalankan command “start nginx”

Perintah pada command prompt

Untuk melihat apakah NginX berhasil dijalankan bisa dengan membuka “localhost” pada browser, maka seharusnya tampilannya menjadi seperti ini:

Nginx berhasil dijalankan

3. Melakukan konfigurasi pada NginX. Caranya adalah dengan membuka file nginx.conf menggunakan text editor, kemudian ubah konfigurasi awal menjadi konfigurasi yang kita inginkan, seperti:

konfigurasi baru pada nginx.conf

Dalam konfigurasi yang baru saya tulis, saya mencantumkan bahwa saya akan menggunakan localhost port 8000 dan 9000, sehingga apabila salah satu port mati, masih ada port satunya yang bisa memungkinkan pengguna untuk mengakses website saya.

4. Melakukan reload pada NginX. Cara untuk melakukannya adalah dengan menjalankan command “nginx -s reload” untuk kembali memulai NginX menggunakan konfigurasi yang baru saja kita ubah.

Perintah pada command prompt

5. Membuka dua terminal untuk menguji kinerja nginX. Hal ini dapat dilakukan dengan cara run server salah satu django project menggunakan dua command prompt yang berbeda, satu menjalankan “python manage.py runserver 8000” dan satu lagi “python manage.py runserver 9000”. Kemudian buka kembali localhost pada browser dan harusnya tampilan akan menyesuaikan tampilan project kita.

perhatikan kedua command prompt yang ada, jika kedua server bekerja bergantian, maka load balancing telah berhasil dilakukan.

Demikian penjelasan singkat tentang bagaimana cara menggunakan nginX sebagai load balancer pada Windows, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian materi.

Computer Science, University of Indonesia

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store